Lewati ke konten utama

Berita

Informasi dan berita terbaru dari Loka Labkesmas Pangandaran

Publikasi

Labkesmas Berkarya dan Berdaya

Pangandaran, 23 Juni 2025 "Tidak ada yang lebih mulia daripada hidup yang diniatkan untuk ibadah, seperti mengabdikan hidup kita untuk kesehatan sesama. Setiap pemeriksaan parameter, setiap hasil yan...

Publikasi

Kajian Literasi Terapan Berbasis Konten Lokal 2022

#sahabatperpusnas Untuk menumbuhkembangkan budaya menulis, Perpustakaan Nasional RI mengadakan sayembara Kajian mengenai Literasi Terapan Berbasis Konten Lokal. Sayembara ini bertujuan untuk melestari...

Publikasi

Terbit! Jurnal Aspirator Volume 12 Nomor 2 Desember 2020

Jurnal Aspirator telah menerbitkan edisi terbaru Volume 12 Nomor 2 Desember 2020. Jurnal Aspirator merupakan jurnal terakreditrasi Kemenristekdikti SK No. 21/E/KPT/2018 yang diterbitkan oleh Loka Litbangkes Pangandaran sejak Tahun 2009

Publikasi

Terbit! Inside Edisi Spesial Untuk Inspirasi Menghadapi Covid-19

Buletin Inside hadir dengan edisi spesial yang seluruh rubriknya mengupas aspek-aspek mengenai Covid-19. Fokus utama memaparkan munculnya Covid-19, perjalanan kebijakan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19, stigma terkait Covid-19, perilaku hidup bersih sebagai upaya solutif dan peran penting puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat

Publikasi

Kupas Tuntas Rokok Dalam Inside Edisi Juni 2020!

Konon vape diciptakan untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan merokok. Katanya sih vaping dipercaya lebih "sehat" dibandingkan dengan merokok secara konvensional, benarkah demikian? Rokok tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan. Faktanya buah hati dan ekonomi keluarga anda dapat terancam karenanya. Simak pula peran signifikan SDM kesehatan dalam keberhasilan kawasan tanpa rokok.

Publikasi

Terbit! Jurnal Aspirator Volume 11 Nomor 2 Desember 2019

Apakah anda sudah mengetahui tempat-tempat potensial untuk perkembangbiakan Anopheles sp. Di Tempat Wisata Pangandran? Pengetahuan masyarakat mengenai penyebab dan gejala filarisis masih rendah. Perilaku berobat penderita filaris juga dinilai masih rendah